Catatan Dalam Mengembangan Kuesioner Penelitian

kuesioner

Oleh : Hendryadi

 

Tulisan ini didasarkan pada pengalaman saya dalam mengembangkan dan menguji skala pengukuran untuk survey dalam bentuk kuesioner. Saya disini tidak membahas mengenai konten, tapi dari sisi tampilan fisik dalam bentuk penampilan fisik kuesioner secara umum, jumlah pertanyaan, panjang kalimat, dan pernyataan negative. (bahasan dari sisi konsep ukurnya akan dibahas terpisah..)

Penampilan Fisik Kuesioner

Penampilan fisik kuesioner merupakan yang pertama dilihat oleh responden. Kuesioner yang didesain asal-asalan membuat responden kehilangan minat dan malas mengisinya. Tampilan fisik ini dapat dilihat dari kertas, warna, posisi kalimat dan huruf. Semuanya harus kontras dan enak dilihat (bahasa jonggolnya…eye catching..).

Jumlah pertanyaan Terlalu Banyak

Karena pengisian kuesioner sifatnya adalah sukarela, maka perhatian terhadap jumlah item ini sangat-sangat penting (kecuali jika instrument dirancang sebagai alat test masuk kerja / or semacam itu yang sifatnya wajib). Terlalu banyak item, membuat responden mengisi asal-asalan dan kadang tidak membaca lagi pertanyaan yang diajukan.

Pertanyaan/pernyataan yang lerlalu banyak akan membuat responden hilang minat dalam mengisi kuesioner. Meskipun ada pertimbangan validitas dan reliabilitas dalam jumlah item ini, namun pertanyaan yang sangat banyak dapat membuat responden malas untuk mengisi. Kita bisa bayangkan, jika jumlah item yang dibuat sebanyak 150 pernyataan, diasumsikan 1 pernyataan dijawab 30 detik maka dibutuhkan waktu 75 menit untuk menjawab kuesioner anda. (dibutuhkan responden yang memiliki kesabaran super sekali untuk kuesioner semacam ini).

Masalah lainnya adalah, semakin banyak item yang dipergunakan, maka semakin banyak pula sampel uji yang harus diambil. Jika analisis faktor menggunakan parameter minimal 5 x jumlah variabel, atau jika ada 60 item pertanyaan, maka dibutuhkan 60 x 5 = 180 responden ujicoba..

Panjang Kalimat

Kalimat bertele-lele dan panjang membuat responden malas membaca. Gunakan kalimat pasti..to the point..tidak perlu diputar-putar seperti gangsing. Kalimat pernyataan tidak perlu membuat responden harus berpikir terlalu panjang.

Contoh : untuk mengukur kepuasan terhadap gaji langsung gunakan kalimat :

Seberapa puas anda dengan gaji yang diterima sekarang ? 1 – 2 – 3 – 4 – 5

Pernyataan Negatif

Terkadang, untuk membuat pengisian kuesioner tidak cenderung ke salah satu sudut (misal ke kanan positif), kita kadang-kadang mendesain pernyataan dalam bentuk kalimat negative. Pengalaman saya dalam desain kalimat seperti ini adalah jawaban responden cenderung terlalu ke kanan or ke kiri. (sangat setuju atau sangat tidak setuju) dan tidak konsisten dengan pernyataan positifnya.

Catatan Akhir
Proses pengembangan instrumen dalam bentuk kuesioner merupakan proses yang panjang, sehingga sangat sulit bila waktu riset terbatas (terutama dalam riset akademik). Ada baiknya menggunakan kuesioner adaptasi dengan beberapa penyesuaian. Karena jika anda mendesain dari awal kuesioner, maka dibutuhkan uji berulang-ulang dan butuh waktu yang cukup panjang.

Sekian, semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab Pertanyaan *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose