Validitas Isi (Content Validity)

by Hendry (admin teorionline)

Validitas isi atau content validity memastikan bahwa pengukuran memasukkan sekumpulan item yang memadai dan mewakili yang mengungkap konsep. Semakin item skala mencerminkan kawasan atau keseluruh konsep yang diukur, semakin besar validitas isi. Atau dengan kata lain, validitas isi merupakan fungsi seberapa baik dimensi dan elemen sebuah konsep yang telah digambarkan (Sekaran, 2006).

Validitas isi dilakukan untuk memastikan apakah isi kuesioner sudah sesuai dan relevan dengan tujuan study. Validitas isi menunjukkan isi mencerminkan rangkaian lengkap atribut yang diteliti dan biasanya dilakukan oleh tujuh atau lebih ahli (DeVon et al 2007)

Gary Groth-Marnat, (2009) menyebutkan bahwa content validity mengacu pada representativitas dan relevansi instrument asesmen dengan konstrak (konstrak = seperangkat ide yang tidak dapat diukur secara langsung).

Kendra Cherry menjelaskan “When a test has content validity, the items on the test represent the entire range of possible items the test should cover. Individual test questions may be drawn from a large pool of items that cover a broad range of topics”. Lebih lanjut, Kendra menjelaskan “dalam beberapa kasus di mana tes mengukur suatu sifat yang sulit untuk didefinisikan, seorang hakim ahli dapat menilai relevansi setiap item. Karena setiap penilai ahli melakukan penilaian berdasarkan pendapat mereka , dua penilai independen ini melakukan penilaian  secara terpisah. Item yang dinilai sebagai sangat relevan oleh kedua penilai akan dimasukkan dalam tes akhir.

Panel juri dapat menegaskan validitas isi instrument. Kidder dan Judd (1986, dalam Sekaran, 2006) menyebutkan contoh dimana sebuah tes yang didesain untuk mengukur tingkat kerusakan kemampuan berbicara bisa dianggap memiliki validitas jika tes tersebut dievaluasi oleh sekelompok juri ahli (yaitu terapis bicara professional).

Validitas muka (face validity) dianggap sebagai indeks validitas isi yang paling dasar dan sangat minimum.  Validitas isi menunjukkan bahwa item-item yang dimaksudkan untuk mengukur sebuah konsep, memberikan kesan mampu mengungkap konsep yang hendak di ukur. Sedikit berbeda dengan penjelasan di atas, Gary Groth-Marnat, (2009) menjelaskan bahwa validitas isi (content validity) dengan validitas muka (face validity) memiliki perbedaan dan tidak sinonim. Validitas isi menyangkut judgement yang dibuat oleh para ahli, sedangkan validitas muka menyangkut judgement dari pengguna test.

Salah satu metode yang digunakan secara luas untuk mengukur validitas isi dikembangkan oleh CH Lawshe. Ini pada dasarnya adalah sebuah metode untuk mengukur kesepakatan di antara penilai atau hakim tentang pentingnya item tertentu.

Lawshe (1975) mengusulkan bahwa setiap penilai ahli materi pelajaran (UKM) pada panel juri menjawab pertanyaan berikut untuk setiap item: “Apakah keterampilan atau pengetahuan penting?”. Menurut Lawshe, jika lebih dari setengah panelis menunjukkan bahwa item penting, item yang memiliki setidaknya beberapa validitas konten. Tingkat yang lebih besar dari validitas isi yang ada karena sejumlah besar panelis sepakat bahwa item tertentu sangat penting

Formula yang diajukan oleh Lawshe :

CVR = (ne – N/2) / (N/2), dimana CVR adalah content validity ratio, ne adalah jumlah anggota panelis yang menjawab “penting”, N adalah jumlah total panelis.

Rumus ini menghasilkan nilai-nilai yang berkisar dari +1 sampai -1, nilai positif menunjukkan bahwa setidaknya setengah panelis (UKM) menilai item sebagai penting. Rata-rata CVR seluruh item dapat digunakan sebagai indikator validitas isi tes secara keseluruhan.

Namun, metode yang digunakan oleh Lawshe ini kemudian dikritik dan diperbaiki oleh Wilson, Pan, dan Schumsky (2012). Dalam tulisannya “Recalculation of the critical values for Lawshe’s content validity ratio”, Wilson, dan rekan-rekannya mengkalkulasi ulang formula untuk menghitung content validiy ratio (CVR) dan memberikan nilai-nilai kritis dalam langkah-langkah unit pada multiple alpha levels.

Referensi :

DeVon, H. A., Block, M. E., Moyle-Wright, P., Ernst, D. M., Hayden, S. J., Lazzara, D. J. et al. (2007). A psychometric Toolbox for testing Validity and Reliability. Journal of Nursing scholarship, 39 (2), 155-164.

Gary Growth – Marnat. 2009. Handbook of Psychological Assessment. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Kendra Chery. “what is validity”. (http://psychology.about.com/od/researchmethods/f/validity.htm). Retrieved 17 Sep 2012

Sekaran, U. 2006. Metode Riset Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta

Lawshe, C.H. (1975), dapat dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Content_validity

Bacaan yang direkomendasikan :

Wilson, F.R., Pan, W., & Schumsky, D.A. (2012). Recalculation of the critical values for Lawshe’s content validity ratio. Measurement and Evaluation in Counseling and Development, 45 (3), 197-210.

 

Tulisan Terkait

Criterion Validity
Construct Validity

 

 

 

None found.
Content Validity
Tagged on:     

2 thoughts on “Content Validity

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab Pertanyaan *

You might also likeclose