Oleh : Hendry

Validitas criteria (criterion-related validity) terpenuhi jika pengukuran membedakan individu menurut suatu criteria yang dharapkan diprediksi. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menghasilkan validitas konkuren (concurrent validity) atau validitas predictive (predictive validity). Validitas konkuren dihasilkan jika skala membedakan individu yang dketahui berbeda, yaitu mereka harus menghasilkan skor yang berbeda pada instrument, sedangkan validitas predictive menunjukkan kemampuan instrument pengukuran untuk membedakan orang dengan referensi pada suatu criteria masa depan (Sekaran, 2006).

Sekaran (2006) memberikan contoh validitas concurrent validity dan predictive validity sebagai berikut :

Concurrent validity : Bila suatu ukuran etika kerja disusun dan diberikan kepada sekelompok penerima santunan, skala seharusnya membedakan mereka yang antusias untuk menerima pekerjaan dan senang dengan kesempatan untuk tidak lagi bergantung pada santunan daripada mereka yang tidak ingin bekerja. Dan tidak diragukan lagi bahwa nilai etika kerja tinggi tidak ingin bergantung pada santuan dan akan berhasrat untuk memiliki pekerjaan. Di sisi lain, mereka yang nilai etika kerjanya rendah, yang mengeksploitasi kesempatan untuk hidup dengan santunan selama mungkin menganggap bekerja adalah membosankan. Bila kedua jenis orang tersebut memiliki skor skala etika kerja yang sama, maka tes tersebut tidak akan menjadi suatu pengukuran etika kerja, tapi pengukuran yang lain.

Predictive validity : misalnya, suatu alat tes bakat atau kemampuan diberikan diberikan kepada karyawan pada waktu rekrutmen untuk membedakan kinerja mereka di masa depan, maka mereka yang memiliki skor rendah pada test ini akan menjadi pekerja yang buruk dan mereka dengan skor tinggi akan menjadi pekerja yang baik.

Gary Groth-Marnat, (2009) menjelaskan bahwa validitas kriterion ditentukan dengan membandingkan skor-skor test dengan kinerja tertentu pada sebuah ukuran luar. Ukuran luar ini seharusnya memiliki hubungan teoritis dengan variabel yang mestinya diukur oleh test tersebut. Concurrent validity mengacu pada pengukuran-pengukuran yang diambil pada waktu yang sama atau lebih kurang sama. Sedangkan Predictive validity mengacu pada pengukuran-pengukuran luar yang diambil beberapa waktu setelah skor-skor didapatkan (Gary Groth-Marnat, 2009). Dengan demikian, validitas prediktif bisa dievaluasi dengan mengkorelasikan skor-skor test inteligensi tersebut dengan ukuran-ukuran prestasi akademis satu tahun setelah test inteligensi dilakukan.

Gary Groth-Marnat, (2009) menambahkan bahwa salah satu pertimbangan penting adalah seberapa jauh tes menjelaskan cirri-ciri sifat yang diukur atau perilaku yang diprediksi. Sebagai contoh, korelasi tipikal antara tes inteligensi dan kinerja akademik adalah sekitar 0.5 (Neisser, 1996). Oleh akrena itu, tidak ada orang yang akan mengatakan bahwa rata-rata nilai akademis sepenuhnya mereupakan hasil inteligensi, maka seberapa jauh inteligensi dalam menentukan secara relative rata-rata nilai akademis harus diestimasi.

Untuk mengukurnya, koefisien korelasi harus dikuardatkan dan mengubahnya menjadi persentasi. Jadi, jika korelasi sebesar 0.50 dikuadratkan, akan menghasilkan angka 25% yang menunjukkan bahwa 25% prestasi akademis dijelaskan oleh IQ sebagaimana diukur oleh tes inteligensi; dan sisanya 75% mungkin termasuk faktor-faktor seperti motivasi, kualitas pengajaran, dan pengalaman pendidikan sebelumnya. Masalah yang dihadapi menurut Gary Groth-Marnat, (2009) adalah menentukan apakah 25% varian cukup berguna untuk tujuan yang dimaksudkan oleh test tersebut. Determinasi ini sepenuhnya tergantung pada judgement pribadi si peneliti.

References :

Gary Growth – Marnat. 2009. Handbook of Psychological Assessment. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Sekaran, U. 2006. Metode Riset Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

Bacaan yang direkomendasikan :

 

One thought on “Criterion Validity (Validitas Kriteria)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab Pertanyaan *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose