Cara Menilai Keefektifan Organisasi

Efektivitas organisasi dapat diukur dari berbagai pendekatan, antara lain :

Menurut Daft (2010)

  1. Pendekatan sasaran (goal attainment approach) mengemukakan bahwa efektivitas organisasi dinilai berdasarkan pencapaian atau hasil akhir. Misalnya produktivitas dapat diukur berdasarkan output dibagi input, dan lain sebagainya. Pada pendekatan ini, ukuran-ukuran yang lazim digunakan antara lain profitabilitas, pertumbuhan, market share, social responsibility
  2. Pendekatan sistem (system approach) menekankan pada sasaran jangka panjang dengan mengindahkan interaksi antara organisasi dan lingkungannya. Atau penekanannya tidak hanya pada hasil akhir saja, namun sasaran juga diperhitungkan. Misalnya O/I di rumah sakit diukur dengan rasio antara jumlah pasien yang sembuh dengan jumlah pasien seluruhnya.
  3. Pendekatan Stakeholder(s) menekankan pada kepuasan konstituen dalam suatu lingkungan. Dalam hal ini, yang dimaksud konstituen antara lain pemasok, pelanggan, pemilik, karyawan, pemegang saham, dst
  4. Pendekatan proses internal (internal process) mengukur kesehatan kondisi internal organisasi. Indikator ukurannya misalnya team spirit index, trust index, knowledge sharing index, dst
  5. Pendekatan nilai bersaing (completing value approach) menekankan pada penilaian subjektif seseorang pada organisasinya.  Pendekatan ini lebih banyak digunakan untuk melakukan diagnosig budaya organisasi, namun banyak perusahaan menggunakannya sebagai sarana untuk mengukur efektivitas organisasi.

Pendekatan Balance Score Card

Pendekatan ini kemukakan oleh Kaplan dan Norton (1978) menekankan pada empat perspektif yang saling berimbang dan diturunkan sampai pada level divisi, unit bahkan individu. Keempat perspektif tersebut meliputi :

  1. Perspektif finansial mengukur antara revenue, profit, market share;
  2. Perspektif customer, mengukur kepuasan pelanggan (seperti index kepuasan pelanggan)
  3. Perspektif internal business process mengukur produktivitas, antara lain diukur berdasarkan input/output, dan angka reject;
  4. Perspektif learning dan growth mengukur antara lain peningkatan kompetensi karyawan dan peningkatan motivasi karyawan.

Pendekatan Dynamic Multi-Dimensional Performance Model (Matz, et, al, 2003).

The Dynamic Multi Multidimensional performance Model (DMP) dikemukakan oleh Matz, et, al, 2003) menekankan pada pengukuran yang berorientasi ke depan untuk melengkapi BSC (balance Score Card), yaitu :

  1. Perspektif finansial pada dasarnya sama seperti goal attainment approach misalnya revenue ROI
  2. Perspektif pelanggan : misalnya index retensi pelanggan
  3. Perspektif proses : mengukur efisiensi organisasi. Misalnya kesiapan berubah, learning organization index, dst
  4. Perspektif pengembangan manusia, mengukur peran utama para stakeholder dalam keberhasilan organisasi
  5. Perspektif masa depan : contohnya besarnya anggaran untuk berinvestasi dalam bidang teknologi.

Untuk lengkapnya, silahkan baca buku referensi dibawah..

Dikutip dari :

Andreas Budiharjo. 2011. Organisasi : Menuju Pencapaian Kinerja Maksimal. Jakarta : Prasetya Mulya Publishing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab Pertanyaan *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose