MODEL KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

Oleh : Hendry

Fungsi model konseptual menurut Jan Jonker, dkk (2011) memiliki fungsi antara lain

Fungsi pertama dari model Konseptual sangat erat hubungannya dengan teori referensi/litelatur yang digunakan. Dengan bantuan model konseptual, peneliti dapat menunjukkan bagaimana melihat fenomena yang diketengahkan dalam penelitiannya. Konsep-konsep teoritis yang digunakan untuk membangun model konseptual memberikan persfektif atau sebuah cara untuk melihat fenomena empiris.

Fungsi kedua adalah pembangunan model dapat membantu dalam penataan masalah, mengidentifikasi faktor-faktor relevan, dan kemudian memberikan koneksi yang membuatnya lebih mudah untuk memetakan bingkai masalahnya.  Jika dipetakan dengan benar, maka model konseptual dapat menjadi representasi yang benar dari fenomena yang sedang dipelajari. Selanjutnya model tersebut akan membantu menyederhanakan masalah dengan mengurangi jumalh properti yang harus disertakan, sehingga lebih mudah berfokus untuk hal-hal yang hakiki.

Fungsi ketiga adalah menghubungkannya ke dalam sistem teori.

 

Sedangkan Karakteristik Model Konseptual menurut Jan Jonker, dkk (2011) antara lain :

Model Konseptual merupakan konstruksi verbal atau visual yang membantu untuk membedakan antara apa yang penting dan apa yang tidak

Sebuah model menawarkan kerangka kerja yang menggambarkan (secara logis) hubungan kausal antara faktor-faktor yang berkaitan. Model konseptual dapat mempromosikan hal yang masuk akal atau makna dalam situasi tertentu

Model konseptual menciptakan realitas dalam arti pemahaman kolektif. Karena model konseptual didasarkan pada bahasa yang berasal dari pengertian teoritis

Model konseptual dibangun berdasarkan teori atau setidaknya pengertian teoritis. Tanpa masukan teoritis, maka mustahil untuk membuat konstruksi yang berfokus dari sebuah realitas yang terjadi. Teori memberitahu kepada kita dimana harus mencari, apa yang harus dicari, dan bagaimana melihat suatu masalah.

Dapat dinyatakan bahwa model konseptual merupakan sebuah kerangka kerja yang dibangun melalui kerangka teori atau tinjauan teoritis yang menggambarkan model hubungan / keterkaitan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian.

Hipotesis

yakinlah secara logis dengan kerangka teoritis ilmiah dan buktikan secara empiris dengan pengumpulan data yang relevan : Jujun S. Suriasumantri, 2003)

Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang diajukan (rumusan masalah). Seperti diketahui, pada umumnya metode ilmiah yang disimpulkan dalam dua langkah utama yaitu, pertama mengajukan hipotesis yang merupakan kerangka teori yang secara deduktif dijalin dari pengetahuan yang dapat diandalkan, dan kedua, pengumpulan data empiris untuk menguji apakah kenyataan yang sebenarnya mendukung atau menolak hipotesis (Jujun, S, Suriasumantri, 2003)

Hipotesis adalah jawaban atau asumsi sementara mengenai problem penelitian. Hipotesis mengarahkan proses penelitian sehingga tujuan penelitian menjadi jelas, dan penelitian dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Definisi Hipotesis dari Dictionary Online adalah

Penjelasan sementara untuk sebuah pengamatan, fenomena, atau permasalahan ilmiah yang dapat diuji oleh penyelidikan lebih lanjut.
Sesuatu dianggap benar untuk tujuan argumen atau penyelidikan; asumsi.
Anteseden dari pernyataan kondisional.

Dalam hipotesis statistik inferensial, pengujian hipotesis pada prinsipnya adalah pengujian signifikansi. Signifikansi sendiri merupakan taraf kesalahan (confident interval) yang didapatkan/diharapkan ketika peneliti hendak menggenalisasi sampel penelitiannya. Atau dengan kata lain, peneliti melakukan penaksiran parameter populasi berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari parameter sampel penelitian

Statistik inferensial digunakan untuk menguji sampel dari populasi. Signfikansi akan menguji apakah dengan data sampel yang telah dianalisis akan dapat dilakukan generalisasi kepada populasi. Sehingga dapat dikatakan hipotesis merupakan peluang akan digeneralisasikannya data pengukuran sampel untuk populasi. Jika parameter sampel yang telah diuji tidak signifikan, maka hasil penelitian tersebut tidak dapat dipergunakan secara umum pada penelitian serupa.

Contoh sederhana.

Ho : tidak ada hubungan antara X dan Y

Ha : ada hubungan antara X dan Y

Hipotesis yang akan diuji adalah hipotesis nol (H0). Statistik inferensial pada prinsipnya hanya menguji apakah Ho diterima atau seberapa besar hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Menolak Ho artinya menerima Ha.

Cara menyimpulkan apakah menerima atau menolak Ho adalah dengan perpedoman pada berapa besar tingkat signifikansi yang kita tentukan (5% or 1%).  Nilai signifikansi ini sering disebut p value.

Setelah menentukan batas signifikansi, maka kaidah penerimaan atau penolakan Ho secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut :

Jika sig < 0.05 maka Ho tidak dapat diterima (Ho diterima)

Jika sig > 0.05 maka Ho tidak dapat ditolak (Ho ditolak)

Note : dalam pengujian berbagai asumsi, penggunaaan kaidah pengujian hipotesis dapat berbeda.

 

Referensi :

Jan Jonker, Bartjan J.W. Pennink, Sari Wahyuni. 2011. Metodologi Penelitian. Panduan Untuk Master Ph.D di bidang Manajemen. Jakarta : Salemba Empat

Jujun S. Suriasumantri. 2003. Filsafat Ilmu. Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan

Dictionary Online

**tulisan ini sudah pernah saya publish di http://teorionline.wordpress.com/

 

 

Tagged on:     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab Pertanyaan *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose