SELAMAT DATANG DI TEORI ONLINE. Call : 021 - 9229 0445 or 0856 9752 3260

Reliabilitas Instrumen

Oleh : Hendry (admin teorionline)

Abstract

Reliabilitas suatu test merujuk pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi, dan akurasi. Ia melihat seberapa skor-skor yang diperoleh seseorang itu akan menjadi sama jika orang itu diperiksa ulang dengan tes yang sama pada kesempatan berbeda. Beberapa teknik yang sering digunakan untuk menguji reliabilitas instrument adalah stabilitas pengukuran yang dapat diperoleh melalui test-retest, dan parallel form reliabily, dan konsistensi ukuran yang diperoleh melalui reliabilitas belah dua (split-half), koefisien alpha, dan lain sebagainya.

Definisi Reliabilitas

Menurut Sekaran (2006), reliabilitas atau keandalan suatu pengukuran menunjukkan sejauh mana pengukuran tersebut tanpa bias (bebas dari kesalahan) dank arena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrument. Dengan kata lain, keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas dan konsistensi di mana instrument mengukur konsep dan membantu menilai “ketepatan” sebuah pengukuran.

Groth-Marnat (2008) mendefinisikan reliabilitas suatu test merujuk pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi, dan akurasi. Ia melihat seberapa skor-skor yang diperoleh seseorang itu akan menjadi sama jika orang itu diperiksa ulang dengan tes yang sama pada kesempatan berbeda.

Menurut Sugiyono (2007), instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama.

Dari tiga definisi di atas jelas bahwa reliabilitas instrument terkait dengan bebas dari bias (error free) dan konsistensi instrument.

Keandalan adalah sejauh mana percobaan, pengujian, atau prosedur pengukuran menghasilkan hasil yang sama pada uji coba diulang. Tanpa kesepakatan pengamat independen mampu mereplikasi prosedur penelitian, atau kemampuan untuk menggunakan alat-alat penelitian dan prosedur yang menghasilkan pengukuran yang konsisten, para peneliti akan mampu untuk memuaskan menarik kesimpulan, merumuskan teori, atau membuat klaim tentang generalisasi penelitian mereka (terjemahan dari colostate.edu)

Stability Reliability

Stability reliability sering juga disebut sebagai test-retest reliability merupakan keandalan yang diperoleh dari dengan melakukan pengukuran ulang pada kelompok / subjek yang sama. Misalnya sebuah kuesioner yang mengungkap konsep yang sama disebar pada sekelompok mahasiswa, maka stabilitas pengukuran dapat dihitung dengan menyebar ulang kuesioner tersebut dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan. Semakin tinggi kesamaan jawaban (atau semakin tinggi korelasi) skor pada jawaban periode pertama dengan pengukuran periode berikutnya, maka dapat dinyatakan kuesioner tersebut dapat disebut memiliki tingkat kestabilan yang tinggi.

Stabilitas pengukuran juga dapat diperoleh dalam bentuk parallel atau dikenal dengan parallel-form reliability dilakukan dengan mengubah susunan kata namun memiliki item yang setara dan format respon yang sama. Bila dua tes tersebut yang sebanding tersebut mengasilkan skor yang berkorelasi tinggi (misalnya di atas 0.80), maka dapat dinyakatan bahwa ukuran tersebut secara logis dapat dipercaya, dengan varian kesalahan minimal yang disebabkan oleh susunan kata, urutan dan faktor lain (Sekaran, 2006).

Internal Consistency

Internal Consistency merupakan indikasi homogenitas item dalam ukuran yang mengungkap ide. Keandalan ini dapat diuji melalui konsistensi antar item dengan cronbach alpha, dan keandalan belah dua (split-half reliability).

Konsistensi internal adalah sejauh mana tes atau prosedur menilai karakteristik keterampilan, atau kualitas yang sama. Ini adalah ukuran presisi antara pengamat atau alat ukur yang digunakan dalam penelitian. Jenis reliabilitas sering membantu peneliti menginterpretasikan data dan memprediksi nilai nilai dan batas-batas hubungan antar variabel (terjemahan dari colostate.edu).

Tentang Cronbach Alpha,  dan KR

Cronbach alpha adalah  Koefisien alpha dikembangkan oleh Cronbach (1951) sebagai ukuran umum dari konsistensi internal skala multi-item. Sedangkan formula KR (Kuder-Richardson) digunakan untuk item dikotomi. Suharsimi Arikunto, (2005), menambahkan beberapa formula seperti Formula Rulon, Flanagan, dan Hoyt untuk menguji reliabilitas test pada item dengan skala dikotomi yaitu 1 dan 0).

Angka cronbach alpha pada kisaran 0.70 adalah dapat diterima, di atas 0.80 baik (Sekaran, 2006). Sejalan dengan pendapat beberapa ahli seperti Nunnally (1978, p. 245-246) yaitu : untuk Preliminary research direkomendasikan sebesar 0.70, untuk basic research 0.80 dan applied research sebesar 0.90 -0.95. Kaplan dan Saccuzo, (1982:106) merekomendasikan nilai cronbach alpha sebesar 0.7 – 0.8 untuk basic research, dan 0.95 untuk applied research.

Split Half Reliability

Split Half Reliability adalah teknik pengujian reliabilitas instrument dengan cara membaginya menjadi dua bagian. Indeks reliabilitas dicerminkan dari korelasi antara dua bagian instrument.

Groth dan Marnat (2008) menyebutkan bahwa konsistensi internal melalui reliabilitas belah dua dan koefisien alpha merupakan teknik-teknik terbaik untuk menentukan reliabilitas sebuah cirri-sifat dengan derajat fluktuasi yang tinggi. Karena tes diberikan hanya satu kali, maka soal-soalnya dikorelasikan satu sama lain, dan tidak ada kemungkinan pengaruh waktu untuk mengintervensi seperti yang terjadi pada metode test-retest.

 

Referensi

Gary Growth – Marnat. 2009. Handbook of Psychological Assessment. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Sekaran, U. 2006. Metode Riset Bisnis. Jakarta : Salemba Empat
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta

Reliability di http://writing.colostate.edu/guides/research/relval/pop2a.cfm

Rekomendasi Bacaan :

Charles Hulin and Robert Cudeck. Why Conduct a Factor Analysis and Then Compute an Alpha?. Journal of Consumer Psychology, Vol. 10, No. 1/2, Methodological and StatisticalConcerns of the Experimental Behavioral Researcher (2001), pp. 58-59

Robert A. Peterson. A Meta-Analysis of Cronbach’s Coefficient Alpha. Journal of Consumer Research, Vol. 21, No. 2 (Sep., 1994), pp. 381-391.

Rumus-Rumus Reliabilitas dapat diperoleh dari buku Arikunto Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

6 Responses to Reliabilitas Instrumen

  1. emma says:

    selamat malam.

    apakah saya boleh tahu tentang perbedaan teknik korelasi product moment pearson ddan alpha cronbach? terima kasih

    • admin says:

      korelasi product moment bisa dipake untuk reliabilitas bentuk paralel or test retest..sedangkan cronbach alpha adalah reliabilitas dengan pendekatan internal consistency..

  2. [...] prosedur kontruksi atau penyusunan test, sebelum melakukan estimasi terhadap reliabilitas dan validitas, dilakukan terlebih dahulu prosedur aitem yaitu dengan menguji karakteristik [...]

  3. aira says:

    kalo nyebar angket 1 kali boleh gak? kalo’ misalkan ada, teorinya siapa?

  4. yunus says:

    Salam.Saya ingin menanyakan,bagaimana kalkulasi jumlah sampel untuk reliabilitas?riset saya quasi eksperimen dengan sampel 76.menggunakan 2 instrument dengan skala likert 4.Trima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− 8 = 1

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose