Sumber Pengetahuan

Oleh : Hendry

 

Secara umum, pengetahuan bersumber dari tiga paham yaitu rasionalisme, empirisme, metode ilmiah dan 1 tambahan yaitu intuisi-wahyu.

Rasionalisme

Aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang mencukupi dan yang dapat dipercaya oleh akal sehat. Dalam rangka kerjanya, aliran ini mendasarkan diri pada cara kerja deduktif dalam menyusun pengetahuannya. Premis-premis yang digunakan dalam membuat rumusan keilmuwan harus jelas dan dapat diterima. Aliran atau paham ini sering juga disebut sebagai idealism atau realism.

Tokoh-tokoh dalam aliran ini antara lain Rene Descartes, Baruch Spinoza, dan Gottfried Leibniz. Kelemahan aliran ini adalah manusia tidak dapat memperoleh semua pengetahuan hanya melalui pemikiran. Kita bisa memikirkan sebuah Apel namun kita tidak akan dapat membayangkan rasanya. Otak kita tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan rasa atau membayangkannya.

Empirisme

Aliran ini berpendapat bahwa empiris atau pengalamanlah yang menjadi sumber pengetahuan, baik pengalaman yang batiniah maupun yang lahiriah. Aliran ini menutupi kelemahan dari aliran rasional yang hanya mengandalkan akal dalam membentuk pengetahuan. Metode yang digunakan adalah induksi.  Aliran ini menganggap bahwa pengetahuan manusia hanya didapatkan dari pengalaman yang konkret, dan bukan dari penalaran yang abstrak. Beberapa tokoh aliran ini seperti John Locke (1632-1704), George Barkeley (1685-1753), dan David Hume (1711-1776).

Kelemahan dari paham ini adalah pengalaman juga tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Keterbatasan dapat berasal dari sisi indera manusia untuk menangkap fenomena, dan persepsi seseorang dapat berbeda dalam menerima sebuah pengalaman akibat adanya motivasi atau pengalaman sebelumnya.

Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah metode terbaik dalam memperoleh pengetahuan. Metode ini menggabungkan dua aliran sebelumnya yaitu rasional dan emprisme. Dalam metode ilmiah, pengetahuan diperoleh melalui penelitian yang sistematis, objektif, terkontrol, dapat diuji, yang dilakukan melalui metode induktif dan deduktif.

Intuisi dan Wahyu

Pengetahuan yang diperoleh dari intuisi merupakan pengetahuan yang tiba-tiba atau berupa proses kejiwaan dengan tanpa stimulus mampu untuk membuat pernyataan sebagai pengetahuan. Sedangkan wahyu adalah pengetahuan yang diperoleh langsung dari Tuhan kepada pada Nabi dan Rasul.

Materi Referensi :

Sumarna, Cecep. (2007). Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara

Suriasumantri, Jujun. S. (2003). Filsafat Ilmu. Filsafat Ilmu. Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab Pertanyaan *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose