Nilai (Value) Individu dan Organisasi

Oleh : Hendry ** (tulisan rintisan)

Abstract

Nilai dan teori nilai merupakan gabungan dari berbagai bidang keilmuan seperti filsafat, etika, atau manajemen. Pendekatan pertama, dilakukan oleh M.J. Langeveld dalam tulisannya “menuju pemikiran filsafat” tahun 1957. Langeveld membahas mengenai teori nilai dan etika dalam Bab VII bukunya.

Nilai atau value didefinisikan sebagai alasan dasar bahwa “cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara pribadi atau sosial dibandingkan dengan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan (Rokeach, 1973, dalam Robbins, 2007).

Nilai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seseorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik dan diinginkan. Nilai memiliki sifat isi dan intensitas. Sifat isi menyampaikan bahwa cara pelaksanaan atau keadaan akhir dari kehidupan adalah penting. Sifat intensitas menjelaskan betapa pentingnya hal tersebut.

Definisi Nilai

Meglino dan Ravlin [1998] mendefinisikan nilai sebagai keyakinan tentang diinternalisasi sesuai perilaku, ini dampak (antara lain) bagaimana seorang individu menafsirkan informasi. para penulis melakukan kajian komprehensif dari literatur dan mengusulkan kerangka kerja untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi ada nilai penelitian, menunjukkan sifat iteratif nilai-nilai dan cara bahwa nilai-nilai dapat mempengaruhi baik persepsi dan perilaku.

Rokeach mendefinisikan konsep nilai sebagai “an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable …” (Rokeach, 1973, hal. 5).

Berdasarkan definisi ini, konsep nilai mencerminkan tiga karakteristik penting:
(1) itu adalah kognisi tentang apa yang diinginkan;
(2) itu afektif, dengan emosi yang terkait, dan
(3) memiliki komponen perilaku yang mengarah ke tindakan ketika diaktifkan (Rokeach, 1973, hlm 5-7).

Nilai menunjukkan alasan dasar bahwa cara pelaksanaan atau keadaan tertentu lebih disukai secara pribadi atau social dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan (Rokeach, 1973:5). Nilai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seseorang individu mengenai hal-hal benar, baik, dan diinginkan. Para peneliti bidang perilaku organisasi sudah lama memasukkan konsep nilai sebagai dasar pemahaman sikap dan motivasi individu. Individu yang memasuki suatu organisasi dengan pendapat yang telah terbentuk sebelumnya tentang apa yang “seharusnya” dan apa yang “tidak seharusnya” terjadi. Hal ini selanjutnya menimbulkan implikasi pada perilaku atau hasil-hasil tertentu yang lebih disukai dari yang lain. Dengan kata lain, nilai menutupi objektivitas dan rasionalitas (Robbins, 2007:148)

Nilai Individu

Smith dan Schwartz (1997) mendefinisikan nilai-nilai sebagai keyakinan yang mengacu pada tujuan yang diinginkan, melampaui tindakan atau situasi tertentu, berfungsi sebagai standar untuk memandu pemilihan atau evaluasi perilaku, orang dan peristiwa, dan diperintahkan oleh kepentingan relatif untuk
satu sama lain.

Sikap telah didefinisikan sebagai organisasi yang relatif abadi keyakinan yang saling terkait yang menjelaskan, mengevaluasi, dan tindakan advokasi terhadap suatu objek atau situasi (Rokeach, 1968). Sikap kurang umum daripada sistem nilai. Sikap berada di sekitar obyek sikap atau situasi predisposisi individu untuk merespon dalam beberapa cara preferensial. Sementara Nilai, tidak terikat dengan benda sikap tertentu atau situasi, yang lebih mendasar dari sikap dan sering mendasari sikap dan perilaku (Rokeach, 1968).

Nilai Organisasi

Nilai Lintas Kultur

Penelitian Tentang Nilai

Kesimpulan

 

Referensi :

B.M. Meglino, E.C. Ravlin, Individual values in organizations: concepts, Controversies and Research, Management 24 (3) (1998) 351–389

Rokeach dikutip dari Robbins dan Judge. 2007. Perilaku Organisasi. Jakarta : Salemba Empat, pp. 146 – 160

Rokeach, M. (1968), Beliefs, Attitudes and Values: A Theory of Organization and Change, Jossey-Bass Publishers, San Francisco, CA.

Smith, P.B. and Schwartz, S.H. (1997), “Values”, in Berry, J.W., Segall, M.H. and Kagitcibasi, C. (Eds), Handbook of Cross-Cultural Psychology, 2nd ed., Allyn & Bacon, Boston, MA, pp. 77-118.

Taliziduhu Ndraha. 2005. Teori Budaya Organisasi. Jakarta : Rineka Cipta, (Bab III mengenai Nilai)
Rekomenasi Paper :

David McGuire, Thomas N. Garavan, Sudhir K. Saha, David O’Donnell, (2006) “The impact of individual values on human resource decision-making by line managers”, International Journal of Manpower, Vol. 27 Iss: 3, pp.251 – 273

Jihong Zhao, et, al. “Individual value preferences among American police
officers The Rokeach theory of human values revisited”. Policing: An International Journal of Police Strategies & Management, Vol. 21 No. 1, 1998, pp. 22–37

Olukemi O. Sawyerr and Judy Strauss and Jun Yan. “Individual value structure and diversity attitudes The moderating effects of age, gender, race, and religiosity”. Journal of Managerial Psychology Vol. 20 No. 6, 2005 pp. 498-521

Tagged on:     

2 thoughts on “Nilai (Value)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab Pertanyaan *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose