SELAMAT DATANG DI TEORI ONLINE. Call : 021 - 9229 0445 or 0856 9752 3260

Uji Reliabilitas Skor

Uji Reliabilitas Skor

Oleh : Hendry

Pendahuluan

Reliabilitas suatu test merujuk pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi, dan akurasi. Ia melihat seberapa skor-skor yang diperoleh seseorang itu akan menjadi sama jika orang itu diperiksa ulang dengan tes yang sama pada kesempatan berbeda. Artikel ini akan memberikan contoh pengujian reliabilitas pendekatan statistic dan teori skor klasik.

Keyword : Reliabilitas,Cronbach Alpha, Test-Retest, Internal Consistency

Uji Reliabilitas Skor

Reliabilitas suatu test merujuk pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi, dan akurasi. Ia melihat seberapa skor-skor yang diperoleh seseorang itu akan menjadi sama jika orang itu diperiksa ulang dengan tes yang sama pada kesempatan berbeda. Beberapa teknik yang sering digunakan untuk menguji reliabilitas instrument adalah stabilitas pengukuran yang dapat diperoleh melalui test-retest, dan parallel form reliabily, dan konsistensi ukuran yang diperoleh melalui reliabilitas belah dua (split-half), koefisien alpha, dan lain sebagainya.

Stability Reliability

Stability reliability sering juga disebut sebagai test-retest reliability merupakan keandalan yang diperoleh dari dengan melakukan pengukuran ulang pada kelompok / subjek yang sama. Misalnya sebuah kuesioner yang mengungkap konsep yang sama disebar pada sekelompok mahasiswa, maka stabilitas pengukuran dapat dihitung dengan menyebar ulang kuesioner tersebut dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan. Semakin tinggi kesamaan jawaban (atau semakin tinggi korelasi) skor pada jawaban periode pertama dengan pengukuran periode berikutnya, maka dapat dinyatakan kuesioner tersebut dapat disebut memiliki tingkat kestabilan yang tinggi.

Stabilitas pengukuran juga dapat diperoleh dalam bentuk parallel atau dikenal dengan parallel-form reliability dilakukan dengan mengubah susunan kata namun memiliki item yang setara dan format respon yang sama. Bila dua tes tersebut yang sebanding tersebut mengasilkan skor yang berkorelasi tinggi (misalnya di atas 0.80), maka dapat dinyatatan bahwa ukuran tersebut secara logis dapat dipercaya, dengan varian kesalahan minimal yang disebabkan oleh susunan kata, urutan dan faktor lain (Sekaran, 2006).

Reliabilitas Test Ulang (Test-Retest)

Pendekatan test ulang (test-retest) merupakan salah satu metode yang popular digunakan dalam komputasi koefisien reliabilitas (Azwar, 2012:52). Pendekatan ini dilakukan menyajikan instrument ukur pada satu kelompok subjek dua kali setelah tenggang waktu tertentu di antara kedua penyajian itu. Komputasi reliabilitas pengukuran dengan prosedur test-retest menghasilkan koefisien reliabilitas.

Tabel 1. Skor Test Test-Retest

No

Subjek

Test1

Test2

1

Adi

72

73

2

Amar

77

75

3

Asrul

74

75

4

Azra

62

63

5

Budi

53

51

6

Cici

82

80

7

Eka

87

90

8

Endang

89

88

9

Fahri

67

65

10

Gunawan

66

62

11

Indah

65

67

12

Indri

52

72

13

Joko

72

77

14

Kiki

70

80

15

Koko

75

79

r12

0.834

Secara sederhana tampilan data pada Tabel 1 memperlihatkan distribusi dua skor hasil pengukuran evaluasi belajar siswa. Nilai korelasi antara skor test1 dan skor test2 adalah sebesar 0.834. (sebagai catatan, subjek yang digunakan dalam contoh ini berjumlah 15 hanya digunakan sebagai contoh. Untuk pengujian reliabilitas yang sesungguhnya diperlukan subjek yang jauh lebih banyak). Nilai koefisien korelasi antara skort test1 dan skor test2 adalah sebesar 0.834 menunjukkan tingkat kestabilan pengukuran yang dilakukan dalam waktu ke waktu (stability over time).

Reliabilitas Bentuk parallel (parallel form reliabily)

Reliabilitas bentuk parallel menggunakan cara dengan memberikan sekaligus dua bentuk test yang parallel satu sama lain, kepada sekelompok subjek. Dalam pelaksanaannya, bila aitem dalam test tidak banyak, maka kedua test yang parallel tersebut dapat digabungkan terlebih dahulu sehingga seakan-akan satu bentuk test.

Tabel 2. Reliabilitas Bentuk parallel

No

Subjek

Test1

Test2

1

Adi

60

73

2

Amar

77

75

3

Asrul

76

75

4

Azra

62

63

5

Budi

53

51

6

Cici

82

80

7

Eka

92

90

8

Endang

89

88

9

Fahri

68

65

10

Gunawan

66

62

11

Indah

65

67

12

Indri

52

72

13

Joko

72

77

14

Kiki

70

80

15

Koko

75

79

mean

70.60

73.13

std. dev

11.71

10.27

varian

137.11

105.55

r12

0.812

Terpenuhinya reliabilitas bentuk parallel bagi kedua test yang diestimasi reliabilitasnya dapat diperiksa dengan melihat adanya kesetaraan mean, varians, dan koefisien korelasi kedua test dengan suatu ukuran lain. Biasanya, apabila koefisien reliabilitas sekitar 0.90, tidak diperlukan pemeriksaan kondisi parallel tersebut, namun apabila koefisien yang diperoleh masih kurang memuaskan, maka perlu memeriksa apakah rendahnya koefisien tersebut lebih dikarenakan test yang fungsi ukurnya tidak reliable ataukah disebabkan oleh metode bentuk parallel tidak cocok digunakan pada data yan ada sehingga harus beralih menggunakan pendekatan reliabilitas yang lain (Azwar, 2012:57).

Internal Consistency

Internal Consistency merupakan indikasi homogenitas item dalam ukuran yang mengungkap ide. Keandalan ini dapat diuji melalui konsistensi antar item dengan cronbach alpha, dan keandalan belah dua (split-half reliability).

Internal konsistensi menurut Nunnaly dan Bernstein (1994:251) :”…describes estimates of reliability based on the average correlation among items withins the test. This is partly a misnomer because coefficient alpha reflect both of number of items and their average correlation”.

Dapat dinyatakan bahwa konsistensi internal adalah sejauh mana tes atau prosedur menilai karakteristik keterampilan, atau kualitas yang sama. Ini adalah ukuran presisi antara pengamat atau alat ukur yang digunakan dalam penelitian. Jenis reliabilitas sering membantu peneliti menginterpretasikan data dan memprediksi nilai nilai dan batas-batas hubungan antar variabel.

Angka cronbach alpha pada kisaran 0.70 adalah dapat diterima, di atas 0.80 baik (Sekaran, 2006). Sejalan dengan pendapat beberapa ahli seperti Nunnally (1978, p. 245-246) yaitu : untuk Preliminary research direkomendasikan sebesar 0.70, untuk basic research 0.80 dan applied research sebesar 0.90 -0.95. Kaplan dan Saccuzo, (1982:106) merekomendasikan nilai cronbach alpha sebesar 0.7 – 0.8 untuk basic research, dan 0.95 untuk applied research.

Analyze
Scale
Reliability Analysis.

Gambar 1. Alternatif Pengujian Reliabilitas SPSS

Alternatif Uji Reliabilitas SPSS

Referensi

Azwar, Saifuddin. 2012. Reliabilitas dan Validitas. Edisi 4. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Gary Growth – Marnat. 2009. Handbook of Psychological Assessment. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Nunnaly, J.C & Bernstein, I.H. (1994). Psychometric Theory. McGraw- Hill, Inc

Sekaran, U. 2006. Metode Riset Bisnis. Jakarta : Salemba Empat

SPSS help topic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× 9 = 36

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose